|
Perlu penerapan akses perempuan dalam bidang ekonomi |
|
Selasa, 24 Januari 2012 04:41 |
|
Kupang (ANTARA News) - Penyelenggara "Temu Bintang Pengembangan Ekonomi Lokal dan Kemandirian Desa" Sofia Malelak de Haan berpendapat sudah saatnya bagi pemerintah untuk menerapkan akses perempuan dalam bidang ekonomi untuk meretas kebuntuan dalam pengembangan ekonomi lokal.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Perempuan Tani Tuntut Pendidikan Murah |
|
Rabu, 04 Januari 2012 06:14 |
|
ANTARA - Puluhan wanita yang tergabung dalam Forum Perempuan Tani Klaten (FPTK), Jawa Tengah, Selasa siang, mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat, menuntut perbaikan di sektor pendidikan terutama biaya pendidikan yang murah.
|
|
Selanjutnya...
|
|
Tuntut penetapan Perda Pendidikan, FPTK geruduk DPRD |
|
Rabu, 04 Januari 2012 05:53 |
|
Klaten (Solopos.com)--Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Perempuan Tani Klaten (FPTK) mendatangi Kantor DPRD setempat guna menuntut penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pendidikan, Selasa (8/11/2011).
|
|
Selanjutnya...
|
|
Membumikan Gerakan Ekonomi Perempuan, Terus apa ? |
|
Rabu, 28 Desember 2011 03:09 |
|
“Saya ini seperti dimusuhi pemerintah daerah, terutama pemerintah kabupaten. Katanya kalau ada saya, nanti persoalan jadi ruwet. Namun begitu, Saya ga peduli. Yang penting saya harus terlibat dalam semua program yang diperuntukan bagi pembangunan desa. Program-program pembangunan yg direncenakan untuk masyarakat harus nyampe ke desa. Pembahasan DAD (dana alokasi desa) pun saya tidak pernah absen untuk mengikut . Kini berkat usaha saya, keterlibatan perempuan bisa 40% dalam perencanaan pembangun. Kalau dulu, sama sekali tidak direken”, ungkap Sukini, kader dan anggota JARPUK Wonogiri, yang hidup di desa Puritan Wetan, kec. Purwantoro, kab. Wonogiri. Berkat kegigihanya dalam pemberdayaan perempuan desa, ia diganjar penghargaan sebagai “perempuan” potensial yang melakukan pemberdayaan perempuan, oleh Bupati Wonogiri, Begug Purnomosidi, bupati kala itu (tahun 2006).
|
|
Selanjutnya...
|
|
Perhatikan Produk Bernilai Budaya Tinggi |
|
Jumat, 23 Desember 2011 10:06 |
|
JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Sekretaris Eksekutif Nasional Asosiasi Pendamping Perempuan Usaha Kecil, MA Firdaus, meminta pemerintah agar memperhatikan produk-produk yang bernilai budaya tinggi. Pasalnya, selama ini produk tersebut dinilai Firdaus tidak mendapatkan prioritas perlidungan pemerintah.
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|
|
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL |